Berbagai kegiatan dalam rangka menyambut peringatan hari jadi Kab. Magetan yang menginjak tiga setengah abad, mulai terasa geliatnya. Tak terkecuali Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kab. Magetan (Arpus) dengan mengadakan Festival Literasi 2025. Setelah di pagi hari, Selasa 9 Oktober 2025 dilakukan Pengukuhan Bunda Literasi Kab. Magetan. Berlanjut pada siangnya digelar kegiatan bedah buku Magetan Dalam Panggung Sejarah Indonesia. Bukan tanpa alasan bila buku bergenre sejarah yang ditulis Sukarjan (2019) tersebut menjadi karya terpilih yang menarik untuk didalami.
Dengan peserta lebih dari 50 orang, bedah buku Magetan Dalam Panggung Sejarah Indonesia dilaksanakan di Gedung 1 Graha Pusat Literasi Magetan mulai jam 13.00 WIB. Dan untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas, kegiatan tersebut menghadirkan 2 (dua) narasumber selaku pembedah yaitu Asep Yudha Wirajaya salah satu Dosen Ilmu budaya dari UNS dan Supriyoko seorang pegiat literasi dan penulis produktif di Kabupaten Magetan. Sementara itu yang menjadi moderator dalam bedah buku yaitu Endro Murdoyo seniman sekaligus penulis dan pegiat literasi.

Kepala Dinas Arpus Kab. Magetan Suhardi dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa buku Magetan Dalam Panggung Sejarah Indonesia memiliki peran penting bagi Pemerintah Kabupaten Magetan dalam upayanya menelusuri dan merekonstruksi kembali narasi sejarah Magetan. Utamanya terkait asal mula berdiri serta struktur politik dan pemerintahannya. Terlepas dari beberapa redaksional ataupun analisis yang perlu dikoreksi. Pun demikian pula konsistensi serta validitas fakta dan data yang mungkin perlu dicermati ulang. Diakui bahwa buku tersebut cukup detail menyajikan informasi dan data mengenai sejarah di Magetan. Mengingat masih begitu terbatasnya karya literatur sejenis, maka buku Magetan Dalam Panggung Sejarah Magetan layak menjadi pondasi atau pijakan awal untuk menggali lebih dalam sejarah Kabupaten Magetan.
Lebih lanjut dikatakan bahwa kegiatan bedah buku tersebut juga sebagai medium untuk memberikan apresiasi kepada sang penulis (Sukarjan) yang telah meninggal dunia. Pada kesempatan itu pula, kepada istri penulis (Sukarjan) Kepala Dinas Arpus Kab. Magetan secara simbolis menyerahkan cetak ulang buku Magetan Dalam Panggung Sejarah Indonesia sekaligus mohon ijin untuk melakukan revisi terhadap buku tersebut, didasarkan pada fakta-fakta dan data baru yang berhasil diperoleh ataupun saran masukan konstruktif dari berbagai pihak.
Dengan demikian, penerbitan ulang edisi revisi kedua buku Magetan Dalam Panggung Sejarah Indonesia adalah bentuk konkrit tindak lanjut atau hasil dari kegiatan bedah buku yang dilaksanakan ini. Lebih dari itu, melalui penulisan kembali sejarah Kabupaten Magetan yang lebih komprehensif sesuai bukti-bukti yang ada. Berbagai polemik terkait sejarah kabupaten Magetan, yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang di kalangan pemerhati dan pegiat sejarah lokal hingga masyarakat umum, dapat menuju sebuah titik temu yang lebih obyektif.
Selamat hari jadi ke-350 Tahun Kabupaten Magetan. Mari saling bergandeng tangan membangun Negeri dengan literasi, “Magetan Tumbuh, Ekonomi Tangguh“. (nas)







