Dalam rangka menggali potensi para penulis muda serta menumbuhkembangkan ekosistem literasi di Kabupaten Magetan, berbagai kegiatan baik dalam bentuk kompetisi maupun pelatihan menulis secara konsisten diadakan Dinas Arpus Kab. Magetan dalam beberapa tahun terakhir. Terbitnya Perbup 62 Tahun 2020 tentang Gerakan Literasi Kabupaten Magetan merupakan payung hukum yang menjadi fondasi sekaligus pemandu arah untuk mewujudkan Magetan sebagai Kabupaten Literasi. Sejalan hal itu, setelah kegiatan Duta Baca dan kegiatan Junior Writerpreneur, sebagai ajang lomba bagi penulis muda khusus pelajar tingkat dasar sampai menengah atas. Kembali Dinas Arpus mengadakan kegiatan kepenulisan yang dikemas dalam Bimbingan teknis kepenulisan dengan sasaran peserta para pelajar menengah atas (SMA/K sederajat) dan mahasiswa se Kabupaten Magetan.
Bimbingan Teknis (Bimtek) dilaksanakan selama 2 hari, Selasa dan Rabu (02 – 03 Juni 2026), bertempat di Graha Pusat Literasi Magetan. Bimbingan teknis kepenulisan ini akan menghasilkan satu buku karya bersama dalam bentuk kompilasi esai dengan tema utama “Identitas Kabupaten Magetan: Khazanah Sejarah, Budaya, Pariwisata, dan Kearifan Lokal”. Tema utama tersebut dijabarkan dalam 5 sub tema tulisan yang dapat dipilih masing-masing peserta, yaitu Kebudayaan dan Tradisi di Kabupaten Magetan; Kesenian di Kabupaten Magetan; Legenda atau Dongeng di Kabupaten Magetan; Tempat Wisata di Kabupaten Magetan; dan Sejarah lokal di Kabupaten Magetan.

Untuk bisa mengikuti Bimtek kepenulisan ini, para Peserta harus melalui dan lolos seleksi di tahap awal/pertama. Berdasarkan juknis kegiatan Bimtek, peserta adalah seluruh pelajar menengah atas atau mahasiswa yang merupakan warga Kab. Magetan, dibuktikan oleh KTP/KIA. Selanjutnya tiap sekolah (SMA/SMK/MA) mengirim 1 (satu) karya esai dari siswa yang terpilih/ditunjuk dari kelas X atau XI. Demikian juga untuk peserta Mahasiswa harus ada rekomendasi dari pihak Kampus. Adapun kriteria penilaian Esai dibagi dalam beberapa komponen penilaian, yaitu kesesuaian tema (10%, orisinalitas, kebaruan ide dan kekuatan informasi (30%), gaya dan struktur penulisan, kohesi dan koherensi (40%), ketepatan ejaan sesuai PEUBI dan EYD (20%).
Di tahap pertama ini, jumlah esai yang masuk melalui link tautan yang disediakan Panitia sebanyak 73 karya/ pendaftar. Kemudian berdasar hasil seleksi yang dilakukan sesuai komponen penilaian diatas, terpilih 50 karya esai yang dinyatakan lolos mengikuti seleksi tahap 2. Ke-50 karya esai / peserta yang lolos terdiri dari 8 siswa MA, 17 siswa SMA, dan 9 siswa SMK, serta 16 Mahasiswa. Proses seleksi tahap kedua ini akan memilih 10 esai terbaik sekaligus menetapkan juara 1, 2, 3 yang nantinya akan memperoleh piagam penghargaan dari Bupati Magetan dan uang pembinaan.
Bimtek kepenulisan merupakan salah satu syarat yang wajib diikuti oleh ke-50 peserta yang lolos tahap kedua. Dengan menghadirkan para narasumber yang kompeten di bidangnya masing-masing, melalui Bimtek ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas esai peserta dan menambah pengetahuan maupun kemampuan teknis menulis mereka. Kegiatan di desain selama 2 hari pelaksanaan, tujuannya agar dapat memberikan manfaat optimal bagi para peserta. Di hari Selasa (03/06), diawali dengan pembukaan oleh Kepala Dinas Arpus Kab. Magetan, Endang Ambarwati. Kegiatan langsung disambung pemaparan oleh narasumber pertama, Abdul Rohman, sejarawan muda Magetan, yang memberikan materi dengan judul ‘Memahami sejarah, kebudayaan dan pariwisata Magetan’. Berlanjut kemudian narasumber kedua oleh Mujiono, Pengawas sekolah Cabdindik wilayah Ponorogo yang memaparkan materi ‘Menggali nilai karakter kearifan lokal melalui permainan tradisional’.
Bersambung pada Rabu (04/06) agenda kegiatan hari kedua yaitu pemaparan materi oleh dua narasumber. Sesi pertama pemaparan materi bertema ‘Menemukan kembali harta karun di sekitar kita’ dengan narasumber Teguh Wahyu Utomo, penulis, wartawan dan editor. Kemudian pada sesi kedua oleh narasumber Mohamad Rotmianto, penulis sekaligus Pustakawan Dinas Arpus Kab. Magetan, yang membawakan materi ‘Lima langkah mudah selfpublishing: kini semua bisa menerbitkan buku’. Semoga Bimtek kepenulisan ini bukan menjadi akhir bagi para peserta, hanya dimaknai menggugurkan kewajiban semata. Namun sebaliknya justru sebagai awal untuk melahirkan karya-karya pemikiran yang mengangkat beragam kekayaan lokal di Kabupaten Magetan. (nas)












