Peran perpustakaan sebagai pusat informasi, sumber belajar sepanjang hayat, serta wahana pembangunan literasi masyarakat, membutuhkan tata kelola yang terencana, sistematis, dan tentunya berorientasi pada mutu layanan. Dan untuk menjamin mutu tersebut, akreditasi Perpustakaan bisa menjadi salah satu parameter untuk mengukurnya. Dengan perpustakaan yang terakreditasi tentu mencerminkan dalam pengelolaannya telah memenuhi standar nasional yang dipersyaratkan. Dalam rangka meningkatkan level dan kualitas perpustakaan di Kabupaten Magetan. Selama 3 hari berturut-turut dari Senin sampai Rabu (6 – 8 Juli 2026), Dinas Arpus Kab. Magetan mengadakan sosialisasi sekaligus advokasi akreditasi Perpustakaan, dengan mengundang 100 Perpustakaan terpiih. Bertempat di Graha Pusat Literasi Magetan, di hari Senin (06/07) dan Selasa (07/07) mengundang sebanyak 58 perpustakaan sekolah tingkat SMP. Kemudian di hari Rabu (08/07) diperuntukkan 42 Perpustakaan Desa/Kelurahan, dengan masing-masing 2 peserta yaitu Kepala Desa/Lurah dan 1 pengelola Perpustakaan.
Usai dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Arpus, Endang Ambarwati, kegiatan dilanjutkan dengan sesi materi oleh 2 narasumber yaitu Sri Rahayu dari IPI (Ikatan Pustakawan Indonesia) Provinsi Jawa Timur, dan Ummi Rodliyah yang merupakan assessor perpustakaan. Adapun materi yang disampaikan dalam sosialisasi meliputi, kebijakan akreditasi perpustakaan dan Standar Nasional Perpustakaan (SNP SMP/MTs untuk sekolah, dan SNP Desa/Kelurahan); instrumen akreditasi perpustakaan berikut data dukung yang perlu dicukupi; pengenalan website akreditasi perpustakaan melalui aplikasi SIPAPI; lalu penilaian dan predikat akreditasi, serta aspek pembiayaan dalam rangka akreditasi. Tidak hanya paparan dan tanya jawab, pada sesi pengenalamn aplikasi SIPAPI para peserta juga mempraktikkan pengisian data kelembagaan, komponen akreditasi, hingga mengunduh sertifikat akreditasi.

Selain memberikan motivasi bagi para peserta, pada saat sambutan pembukaan di hari pertama, Kepala Dinas Arpus dalam arahannya berharap, kegiatan ini tidak hanya dimaknai sekedar upaya memperoleh nilai bagus dan mendapat sertifikat akreditasi. Lebih dari itu sebagai sarana evaluasi dan berbenah untuk terus mengembangkan ide-ide kreatif dalam pengelolaan perpustakaan yang bermuara pada meningkatnya kualitas layanan bagi pemustaka dan masyarakat luas. (nas)












