Siap Bertransformasi, 10 Perpustakaan Desa Ikuti Bimtek TPBIS 2026

Tingkat literasi dan minat baca masyarakat yang masih rendah, pandangan minor Perpustakaan sebagai gudang buku, hingga ledakan perkembangan teknologi di era digital, merupakan issue strategis yang dihadapi segenap insan Perpustakaan dan seluruh pemangku kepentingan yang terkait. Berbagai dinamika tersebut tidak cukup ditanggapi melalui program/kegiatan insidentil ataupun direktif, namun membutuhkan sinergi dan komitmen kuat semua pihak untuk bersama-sama mengelola tantangan menjadi peluang.

Salah satu program yang konsisten diupayakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kab. Magetan (Arpus) dalam beberapa tahun terakhir adalah mendorong Perpustakaan – perpustakaan Desa / Kelurahan untuk aktif terlibat dalam Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Hakekat program TPBIS adalah bagaimana para pengelola Perpustakaan mampu menghadirkan Perpustakaan sebagai wadah inklusif bagi masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi, mengembangkan ketrampilan (softskill) yang dimiliki dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial ekonominya. Atau dengan kata lain, sebagai pusat belajar sepanjang hayat, berkarya dan pusat pemberdayaan, Perpustakaan mampu berdampak bagi sosial ekonomi masyarakat.

Di tahun 2026, Dinas Arpus kembali mengadakan sosialisasi sekaligus bimbingan teknis dalam rangka penguatan fungsi Perpustakaan Desa/kelurahan dalam program TPBIS. Bertempat di Ruang Pertemuan Dinas Arpus, kegiatan Bimtek diadakan selama 3 hari mulai Senin (29/06) sampai Rabu (01/07) dengan mengundang masing-masing 3 Pengelola dari 10 Perpustakaan Desa/Kelurahan, Kesepuluh Perpustakaan Desa tersebut yaitu, Desa Nguri, Desa Sidowayah, Desa Tanjung, Desa Tebon, Desa Nitikan, Desa Sampung, Desa Gulun, Desa Kenongomulyo, Desa Durenan, dan Desa Karas.

Selain penyampaian sosialisasi TPBIS 2026, beberapa materi yang dipelajari bersama dalam Bimtek diantaranya, pengantar ilmu Perpustakaan, strategi pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial, promosi dan publikasi, Sistem Informasi Manajemen, dampak layanan dan diskusi penyusunan rencana kerja, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan media sosial untuk mengembangan Perpustakaan. Selama 3 hari, seluruh materi tersebut secara bergantian dipaparkan oleh 3 narasumber, dari Dinas Arpus yaitu Christiani Dyah A dan Beni Setiawan, serta Andi Fajar dari relawan TIK Kab. Magetan.

Pasca bimbingan teknis ini, sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Arpus, Endang Ambarwati dalam arahannya saat pembukaan acara, hasil Bimtek ini tidak hanya menambah pengetahuan dan ketrampilan teknis para peserta, lebih jauh dari itu mereka mampu mengaplikasikan materi yang diperoleh di Perpustakaannya masing-masing. Hal itu juga sejalan dengan tujuan di adakannya Bimtek TPBIS, untuk meningkatkan kapasitas pengeloa Perpustakaan Desa/Kelurahan, membangun kolaborasi lintas sektor, dan tidak kalah lebih strategis adalah untuk mereplikasi secara nyata praktik yang baik dalam pengelolaan Perpustakaan Desa/kelurahan. Guna mencapai tujuan tersebut sekaligus mengukur dampak pelatihan bagi peserta, Dinas Arpus akan melakukan monev ke semua Perpustakaan yang telah mengikuti Bimtek TPBIS. (nas)

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *