Tingkat literasi yang tinggi merupakan modal dasar membangun peradaban sebuah bangsa. Di tengah realitas angka literasi nasional yang masih rendah, sebagaimana rilis berita Perpusnas (perpusnas.go.id). Memberikan gambaran data Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) rata-rata kabupaten/kota mencapai 10,37 dan tingkat provinsi menyentuh 29,36. Juga skor Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) secara nasional berada di kisaran 54,8 dengan rata-rata membaca sekitar 5,91 buku per tahun. Maka dibutuhkan berbagai upaya dari para pemangku kepentingan terkait guna mendorong perbaikan kondisi tersebut.
Bersumber dari Dana Alokasi Khusus Non Fisik tahun 2026 (DAKNF 2026), Dinas Arpus Kab. Magetan di tahun 2026 kembali mengadakan lomba resensi buku, diperuntukkan bagi pelajar tingkat menangah pertama dan menangah atas (SMP dan SMA se derajat) se kabupaten Magetan. Tahapan lomba telah dimulai dari 29 Juni sampai 13 Juli 2026 untuk pengiriman naskah dan video resensi buku. Selanjutnya pada 21 dan 22 Juli 2026 diadakan pembekalan bagi peserta yang dinyatakan lolos. Kegiatan pembekalan yang di laksanakan di Graha Pusat Literasi Magetan, dan diikuti masing-masing 65 peserta dari tingkat SMP dan SMA se derajat. Pada kegiatna tersebut, Kepala Dinas Arpus kab. Magetan, Endang Ambarwati yang membuka acara menitipkan pesan bagi para peserta agar bersemangat mengikuti kegiatan sampai selesai. Kesempatan ikut pembekalan ini tidak hanya sekedar memberi manfaat praktis untuk memperbaiki karya resensinya. Lebih dari itu, Kegiatan ini dapat membantu para pelajar mengembangkan nalar kritis, meningkatkan budaya baca melalui ide-ide kreatif, yang pada gilirannya bermuara pada kemampuan literasi yang lebih baik.
Usai pembukaan, kegiatan pembekalan dilanjutkan sesi materi dan diskusi dengan 2 narasumber, pertama oleh Bambang Prakoso dengan tema mengupas karya lewat resensi buku fiksi. Melalui sharing pengalaman hidupnya, para peserta dibimbing bagaimana memahami sgtruktur, unsur dan cara menilai buku cerita, khususnya karya fiksi. Nara sumber kedua oleh Teguh Wahyu Utomo yang populer di panggil Pak Tom, menjelaskan apa saja manfaat dari aktivitas menulis resensi buku. Pada sesi tersebut Pak Tom juga memberi tugas peserta membuat video resensi buku.
Dari pemaparan kedua narasumber, para peserta bukan hanya diberikan pengetahun dan ketrampilan teknis dalam menyampaikan isi buku. Tetapi juga melatih keberanian dan membangun kepercayaan diri untuk berbicara di depan umum, atau lebih dikenal kemampuan public speaking. Para peserta didorong untuk berani menyampaikan pendapat, menceritakan kembali isi bacaan, serta mengungkapkan ide dan gagasan dengan bahasa yang runtut, jelas, dan komunikatif. Semangat dan antusiasme aktif peserta sangat terlihat sepanjang sesi materi berlangsung. Bahkan beberapa peserta turut menceritakan koleksi buku bacaan yang mereka miliki di rumah, dan dijelaskan pula isi masing-masing buku terebut.
Selesai kegiatan pembekalan ini, peserta di beri kesempatan untuk memperbaiki kembali karya resensinya yang sudah dikirim. Adapun batas waktu pengumpulan kembali naskah dan video resensi buku yaitu sampai 7 Agustus 2026. Dan sesuai timeline lomba yang di tetapkan Panitia, pemenang lomba akan diumumkan tanggal 20 Agustus 2026 melalui website dan media sosial Dinas Arpus. Sedangkan penyerahan piala dan penghargaan rencananya nanti bersamaan pada acara Festival Literasi di bulan September 2026. (nas)











