Top Secret Konspirasi

DESKRIPSI BUKU

Penulis:  Alfred Suci

Penerbit : Phoenix

Kota : Jakarta

Tahun : 2015

Halaman : 502

Nomor Panggil : 301 AFR

Lokasi : Perpustakaan Umum Magetan

Masih percaya dengan fakta-fakta dari konspirasi yang terjadi di sekitar anda? Jangan pikir semua fakta yang ada disekitar kita adalah benar. Suka atau tidak, anda akan menemukan fakta lain ketika membaca buku ini. Ada 121 realitas yang coba diulas buku ini yang dikelompokkan dalam 6 tema, yaitu (1)Agama dan Budaya; (2)Ekonomi; (3)hukum; (4)polisi, militer dan intelijen; (5)Sejarah dan politik; dan (6)Selebritis.

Buku ini menawarkan informasi-informasi yang mungkin belum banyak disadari oleh masyarakat. Informasi yang disajikan didalamnya diperoleh dari penggalian di media-media untuk kemudian dirangkai menjadi jalinan narasi . Perlu kehatia-hatian dan pikiran terbuka dalam membaca dan mencerna keseluruhan isi buku ini.

Seperti dikatakan oleh penulisnya,

konspirasi ada di dalam pikiran kita semua. Dia bisa ada, jika kita berpikir itu ada

Beberapa fenomena realitas yang diungkapkan sebagai konspirasi, diantaranya ‘Borobudur: Budha atau Islam?’; ‘Pembudayaan Gadged Addiction’; ‘Balada Pekerja Outsourcing’; ‘Negara dalam Pusaran Mafia Migas’; ‘Lapas Cipinang=Pabrik Sabu’; ‘Gajah Mada: Pahlawan atau Penjajah dari Tanah Jawa’; ‘Muslihat Licik di Balik Pemekeran Daerah’; ‘Seleb & Rekayasa Popularitas’, dan masih banyak lagi.

“KH. Fahmi Basya, seorang dosen di UIN Syarif Hidayatullah dalam buku berjudul ‘Borobudur dan Peninggalan Nabi Sulaiman’ memantik ketakjuban sekaligus juga cibiran atas kesimpulan yang mengatakan bahwa Borobudur adalah warisan Nabi Sulaiman.”

“Praktik alih daya adalah perwujudan dari permintaan majikan asing negeri ini, IMF, Bank Dunia, dan tentu saja ILO sebagai syarat pemberian bantuan pada saat krisis ekonomi 1997. Paket bernama “kebijakan Pasar Kerja Fleksibel” yang dicantumkan dalam Letter of Intent butir ke 37 dan 42, pada intinya mengatur kelonggaran iklim investasi asing dan ketenagakerjaan di Indonesia.”

“Tak heran jika para kritikus sejarah mulai mempertanyakan apakah Sumpah Palapa itu lebih tepat disebut sebagai sumpah pemersatu bangsa atau sumpah penjajahan? Bagi kerajaan di Jawa dan masyarakatnya, barangkali ‘nusantara’ adalah kebanggaan patriotis dan kulturistik, namun bagaimana dengan kerajaan dan masyarakat di tanah jajahan?”

“Tak salah jika muncul  satu tuduhan pedas bagi konseptor-konseptor pemekaran DOB ini: KONSPIRASI ELITE POLITIK & CUKONG! Praktik gila-gilaan pemekaran dijadikan proyek bancaan elite politik lokal, pusat, hingga berkelindan dengan Cukong-cukong pemburu rente. Mantan Menteri Otonomi Daerah Ryass Rasyid, tegas menyatakan bahwa pemekaran wilayah itu akibat konspirasi intens antara partai politik, birokrat daerah dan pengusaha.”

Buku ini bersubyek sosiologi ini salah satu koleksi Perpustakaan Umum Magetan. Ayo berkunjung …

Sinopsis diatas juga dapat diakses melalui kanal berikut:

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.