Mengelola Partai Politik

DESKRIPSI BUKU

Penulis:  Firmanzah

Penerbit : Yayasan Obor Indonesia

Kota : Jakarta

Tahun: 2007

Halaman : 501

Nomor Panggil : 920.5 FIR

Lokasi : Perpustakaan Umum Magetan

Tema bahasan politik dari disiplin ilmu manajemen amat penting untuk dilihat, khususnya dalam konsteks perubahan sosial politik kontemporer. Utamanya keterkaitan erat partai politik dengan aspek-aspek manajemen modern.

Terdapat kecenderungan skeptisme masyarakat terhadap peran dan konstribusi partai politik. Ironisnya, pertambahan jumlah partai politik tidak berkorelasi positif terhadap apresiasi dan kepercayaan amsyarakat terhadap partai politik. Jika reformasi partai politik tidak dilakukan karena rendahnya political trust dari masyarakat, masa depan demokrasi Indonesia niscaya berada dalam ancaman.

Partai politik tidak sekedar alat atau kendaraan politik, namun elemen penting dalam kehidupan demokrasi. Salah satu peran utamanya adalah lembaga kaderisasi dan edukasi politik. Dalam praksisnya, kader-kader yang akan diposisikan pengambil kebijakan, sedikit banyak ditentukan dari kualitas proses seleksi, rekruitmen, dan kaderisasi dalam tubuh partai politik. Alasan-alasan itulah yang mendasari perlunya partai politik memulai gerakan ‘moderenisasi partai politik’, tidak hanya sekedar mengandalkan figur kharismatik.

Dalam modernisasi partai politik salah satu fundamennya adalah kontestasi dan kompetisi. Seiring makin rasionalnya masyarakat, persaingan untuk merebut hati dan menyelesaikan persoalan di masyarakat merupakan sumber positioning politik bagi partai.

Praktik nepotisme, ketidakadilan, dan tradisionalisme pengelolaan pada gilirannya hanya akan menimbulkan konflik internal partai politik. Yang dapat berimbas tidak hanya mengganggu citra politik yang positif (good political image), tetapi juga akan mengganggu eksistensi partai politik.

Seperti halnya produk barang dan jasa, partai politik juga perlu menjual, memasarkan, mensosialisasikan dirinya sehingga diminati konsumen potensial yang akan menjadi pendukung latennya. Partai politik  dengan segala resources yang dimilikinya harus mampu membuat ketertarikan khalayak luas (dalam istilah marketing disebut diferensiasi platform). Ideologi dipandang sebagai identitas dan pembeda antar partai politik, sekaligus alat efektif membangun positioning partai.

Partai politik harus memiliki brand image yang baik, perlu dikelola, perlu memiliki SDM yang handal, perlu posisi yang kuat, memiliki kekhasan dari yang lain serta garis ideologis sebagai perekat kemajemukan. Hal-hal itulah yang menjadi tema-tema sajian dalam buku ini. Politik ‘kacang-goreng’ adalah politik instan dan tanpa pembekalan. Asal mereka terkenal sudah cukup menjadi sumber daya untuk terjun ke dunia politik. Alhasil, popularitas dan ketenaran menjadi syarat nomor satu. ‘Politik kacang goreng’ adalah politik permukaan dan tidak pernah menyentuh substansi politik itu sendiri (semu dan ilusif).

Literatur bersubyek politik kontemporer Indonesia ini adalah salah satu koleksi menarik Perpustakaan Umum Magetan. Ayo berkunjung …

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.